Titi Laras

    Titi laras (notasi) tebentuk dari dua kata yaitu titi dan laras. Menurut Widada, dkk (2011:725), titi artinya serba berhati-hati tidak ada yang tercecer. Laras artinya sudah urut (cocok) dengan suara yang tepat pada gamelan (Widada,dkk, 2011:422). Dua arti tersebut bisa disimpulkan jika titi laras itu artinya dihati-hati supaya bisa sesuai dengan suara yang pas pada gamelan.

     Titi laras menurut Padmosoekotjo (1953:105) adalah angka yang merupakan wakil dari bilahannya gamelan. Titi laras ini di dalam bahasa Indonesia biasanya disebut sebagai tangga nada. Tangga nada ini biasanya digunakan untuk patokan suatu tembang supaya tembang itu bisa berbunyi dengan indah.

       Titi laras di dalam gendhing Jawa itu dibagi menjadi dua yaitu ada laras slendro dan laras pelog. Laras slendro mempunyai lima laras yaitu barang, jangga, dhadha atau tengah, lima dan enem. Laras pelog juga mempunyai jumlah laras yang sama yaitu juga mempunyai 5 laras. Tapi namanya yang berbeda. Laras-laras di dalam pelog yaitu jangga gedhe, jangga dhadha cilik, dhadha lima gedhe, lima enem cilik, lan enem barang cilik (Susantina, 2010:18).

1 comment:

  1. Salam kagem mbak Putri.
    Kagunan titi laras ing karawitan jawi diarani titi laras kepatihan ing Sunda damina lan ing Bali dongding, Titi laras kepatihan nduwe sejarahe dewe kang diwiwiti soko titi laras rante, anda lst. Monggo nyuwun tulung mbah Google mundut fonst Kepatihan. Nuwun.

    ReplyDelete